Senin, 07 April 2008

Konfigurasi Akses Dapodik Server

Dear all,
Sebagaimana kami sampaikan sebelumnya terkait dengan akses server dapodik.Pada hari ini, tim biro telah menyelesaikan konfigurasi akses koneksi keserver dapodik dengan kondisi sbb:Untuk akses via Jardiknas via url:
Nisn.diknas.go.id
Operator.jardiknas.org
Uploader.jardiknas.org

Untuk akses via non Jardiknas via url:
Nisn.jardiknas.org
Operator2.jardiknas.org
Uploader2.jardiknas.org

Pengguna sebaiknya tetap menujuk ke domain .diknas.go.id (danoperator.jardiknas.org + uploader.jardiknas.org), Jika situs ini tdk bisadiakses karena belum dibenahinya konfigurasi jardiknas yg bermasalah, barudiminta mencoba akses ke .jardiknas.org (nisn.jardiknas.org,operator2.jardiknas.org dan uploader2.jardiknas.org).Catatan:Jika akses via non jardiknas, kemungkinan sewaktu-waktu ada kegagalan akses,hal ini disebabkan konfigurasi di sisi colocation telkom masih bermasalahjika ada trafik tinggi. Kami masih koordinasi dengan tim telkom terkaitdengan masalah routing dan switching di colocation telkom tempat serverdapodik ditempatkan.Demikian informasinya semoga membantu.

Salam,
Bondan S Prakoso

Senin, 31 Maret 2008

Hasil sosialisasi penyusunan sistem pendataan kelompok pendataan dan ICT

Hasil – hasil:

1. Tugas dan kewajiban Pendamping Kota Kabupaten

a. Melakukan pendampingan kepada unit perencanaan dan tim ICT dinas pendidikan Kabupaten/Kota,

b. Melakukan Koordinasi dan Konsolidasi bersama Ka Unit perencanaan Dinas pendidikan kabupaten/Kota, Kaka data Dik

c. Berkoordinasi dengan Koordinator/Sub Koordinator pendamping perencanaan dinas Pendidikan propinsi,

2. Dapodik dan ICT Jardikna

a. informasi umum pembagian wilayah kerja Jardiknas, untuk pengembangan e-manajemen di pendataan dan e-pendidikan di balaitekom pendidikan

b. segera memonitor bandwidth Jardiknas melaui program netmon.jardiknas.org dan speadtest.jardiknas.org

c. dapodik tetap menjadi prioritas kegiatan, khususnya untuk langkah bersih-bersih data

3. Subtansi Unas dan Sertivikasi Guru

a. penjelasan umum Unas dan sertifikasi guru

b. penyampaian web Unas dan sertifikasi guru sebagi portal pendidikan jatim

4. Demo Sistem Kereksi UASBN

a. sosialisai sistem koreksi UAS melalui skener

b. mendemokan prinsip kererja skener UAS

5. Portal Pendidikan

a. sosialisasi Portal Pendidikan

b. 3 situs Portal Pendidikan yaitu P&KJatim.net, Unas-Jatim.net dan sertivikasigurujatim.net

c. username bagi pendamping kota kabupaten untuk mendapatkan hak akses konten portal pendidikan jatim

6. Sekolah Online

a. sosialisai web sekolah online

b. memndorong sekolah untuk berperan aktif dalam mengisi konten sekolah online

c. mendata kota/kabupaten yang bersedia menjadi pilot project sekolah online, Dinas Kota/Kabupaten diminta untuk mengundang Sekolah-sekolah setempat, Tim telkom menyediakan tempat dan instruktur untuk memandu pengisian data Sekolah online

d. untuk sementara 3 kota/kabupaten telah bersedia sebagai pilot projec yaitu Kota Blitar, Kota Probolingggo dan Kab. Sampang, untuk kota/kabupaten lain dipersilahkan mendaftakan diri sebagai pilot projec sekolah online melalui mailinglist pendamping kota/kabupaten

Sosialisasi Penyusunan Sistem Penyusunan Pendataan

Point2 sambutan Ketua Pelaksana

  1. Arah perkembangan IT (Information Technology) saat ini cenderung pada demensi kontribusi, dimana semakin tinggi nilai dan frekwensi kontribusi yang kita berikan di bidang apapun melalui media IT untuk masyarakat, maka konsekwensinya secara otomatis kwalitas kita akan naik dengan sendirinya dari pandangan masyarakat umum tersebut, sehubungan dengan itu, maka Dinas Pendidikan Jawa Timur mengembangkan Portal Informasi Pendidikan sebagai implementasi kontribusi yang disumbangkan kepada masyarakat umum dan kalangan pendidikan pada khususunya. Sehingga masyarakat akan mengetahui peran dan kegiatan apa yang telah dan sedang dikembangkan untuk masyarakat umum dan juga tentunya untuk kalangan pendidikan.
  2. Dengan IT maka kita dapat melakukan suatu kegiatan dalam dua jenis, yaitu kegiatan online yang lebih menekankan kecepatan (real time) dan keakuratan informasi itu dikemas dan disampaikan kepada yang membutuhkan, serta kegiatan offline yang menitik beratkan pada legalitas dokumen dan formalitas data. Dinas Pendidikan Jawa Timur sebagai lembaga formal yang akan mengimplementasikan IT dalam sistem kinerjanya, maka dua kegiatan online dan offline tersebut juaga akan selalu dikembangkan (termasuk pada bidang pendataan). Diharapkan tim IT Dinas Pendidikan Kota/Kabupaten dapat berperan aktif untuk menunjang pendataan online tersebut.
  3. Program lain yang juga memanfaatkan IT adalah program pembelajaran jarak jauh. Dalam waktu dekat bersama dengan Jajaran terkait Depdiknas, Dinas Pendidikan Jawa Timur akan merumuskan suatu kegiatan yang merespon program Depdiknas melelalui Seamolec yaitu percepatan pencapaian 1juta Guru Sarjana. Para Guru yang belum sarjana didorong untuk segera mencapai kesarjanaan dibidangnya serta mempunyai bekal kemampuan IT.
  4. Perkembangan IT Pendidikan tidak akan berkembang dengan baik tanpa adanya dukungan dari tenaga out sourcing dari lembaga yang profesional bergerak di bidang IT. Dinas Pendidikan Jawa Timur selalu membuka pintu bagi lembaga-lembaga IT untuk bekerja sama dalam mengembangkan IT Pendiidikan. Telah banyak implementasi nyata dari kegitan kerjasama tersebut khususnya dengan PT. Telkom. Yang terbaru, Dinas Pendidikan Jawa Timur bekerja sama dengan PT. Telkom sedang mengembangkan kembali sekolah online. Kegiata ini akan mendorong lembaga-lembaga pendidikan berperan serta secara langsung dalam dunia IT (khususnya bagi sekolah yang belum mele’k IT). Dinas Pendidikan Jawa Timur menyediakan wadah untuk menampung sagala kreasi dan informasi dari Tenaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan serta Siswa dari seluruh lembaga pendidikan yang ada di Jawa Timur.
  5. Manfaat dari kegiatan online Dinas Pendidikan dan sekolah online adalah merupakan perwujudan pemberian kontribusi berupa informasi yang bagi kalangan tertentu sangat membutuhkan. Informasi secara online yang terorganisasi dengan baik sangat diperlukan untuk memotret kondisi sesaat yang merupakan data real sebagai pondasi untuk merencanakan pengembangan pendidikan dibidang apapun. Terlebih lagi masyarakat umum akan mengetahui, mengerti dan dapat mempersiapkan diri untuk turut serta dalam program percepatan pengembangan pendidikan tersebut.

Minggu, 30 Maret 2008

PROSEDUR PELAKSANAAN PENDAMPING PERENCANAAN

A. Prosedur Pelaksanaan

1. Prosedur melakukan pendampingan perencanaan dan untuk memastikan interkoneksi dengan Jardiknas adalah adalah:
Menghimpun informasi tentang interkoneksi LAN internal dengan Jardiknas pada dinas pendidikan propinsi, kabupaten/kota, perguruan tinggi, unit-unit teknis/UPT di daerah lingkup Depdiknas, sekolah dan ICT Center melalui media komunikasi;
Mengunjungi secara langsung lokasi dinas pendidikan propinsi, kabupaten/kota, perguruan tinggi, unit-unit teknis/UPT di daerah lingkup Depdiknas, sekolah dan ICT Center;
Jika belum terkoneksi maka tim pendampingan perencanaan, secara teknis dapat harus/boleh mengusulkan titik baru koneksi Jardiknas;

2. Prosedur pendampingan perencanan, dalam pelaksanaannya harus berkoordinasi dengan penanggungjawab teknis untuk menjaga koneksitas Jardiknas adalah:
a. Menghimpun data kontak person penanggungjawab teknis Jardiknas yang ada di dinas pendidikan propinsi, kabupaten/kota, perguruan tinggi, unit-unit teknis/UPT di daerah lingkup Depdiknas, sekolah dan ICT Center;
b. Melakukan komunikasi dengan kontak person dari masing-masing institusi untuk berkordinasi dalam rangka menjaga koneksitas Jardiknas;

Prosedur untuk memberikan masukan langsung tim pendamping adalah:

a. Melakukan dialog dengan pengelola institusi tentang program perencanaan dan pengembangan ICT terkait dengan pemanfaatan Jardiknas;
b. Melakukan analisis terhadap program pengembangan ICT dan pemanfaatan Jardiknas;
c. Menyampaikan masukan kepada institusi terkait dengan program pengembangan ICT dan pemanfaatan Jardiknas;

4. Prosedur mendampingi sosialisasi program Jardiknas adalah:
a. Menyiapkan/menghimpun bahan materi sosialisasi Jardiknas;
b. Membantu proses penyelenggarakan sosialisasi;

5. Prosedur mendampingi data pokok pendidikan adalah:
Membantu proses sosialisasi dapodik di tingkat propinsi;
Membuatkan akun (account) untuk melakukan login ke portal dapodik;
Membantu pelatihan pengisian dapodik di tingkat kabupaten/kota;
Memantau entry data di portal dapodik;
Mengingatkan kantor dinas pendidikan kab/kota terhadap entry data dapodik yang belum memenuhi target;

6. Prosedur mendampingi program pendidikan dan pelatihan teknisi Jardiknas adalah:
a. Membantu proses sosialisasi perekrutan calon mahasiswa program teknisi Jardiknas;
b. Membantu proses perekrutan calon mahasiswa program teknisi Jardiknas;
c. Memantau proses belajar mengajar di provider/perguruan tinggi penyelenggara setempat;
d. Memberikan masukan dan laporan tentang proses belajar mengajar program teknisi Jardiknas;
e. Mendorong pembentukan komunitas mahasiswa program teknisi Jardiknas di Propinsi.

7. Prosedur membuat laporan adalah
a. Menyusun jadwal kunjungan kerja ke lapangan;
b. Membuat cek list/instrumen kondisi di lapangan;
c. Menghimpun temuan dan hasil setiap kunjungan tim pendamping teknis Jardiknas di lapangan;
d. Melakukan analisis dan laporan kondisi dari temuan masalah di lapangan; dan menyampaikan melalui milist di address http://wali-kabkotajatim@yahoogroups.com
e. Membuat laporan komprehensif per dua bulan;
f. Membawa dan menyampaikan laporan komprehensif pada saat evaluasi dua bulanan.

8. Prosedur melakukan tugas lain dari BPKLN adalah
1. Menerima informasi dari web atau milist konsultan;
2. Mengkonfirmasi informasi untuk mendapatkan kepastian tugas tambahan tersebut;
3. Meminta surat penugasan terhadap tugas tambahan tersebut;
4. Melaksanakan dan melaporkan tugas tambahan tersebut di web/milist konsultan.

TUGAS DAN KEWAJIBAN PENDAMPING KAB/KOTA PROV.JATIM

Pada prinsipnya tugas Tim pendamping perencanaan Kabupaten/Kota ini adalah:
1. Melakukan pendampingan kepada unit perencanaan dan tim ICT dinas pendidikan Kabupaten/Kota, Sekolah Client, unit-unit teknis/UPTD di daerah lingkup Depdiknas, terkait dengan keberadaan dan koneksi Jardiknas
2. Melakukan Koordinasi dan Konsolidasi bersama Ka Unit perencanaan Dinas pendidikan kabupaten/Kota, Kaka data Dik dan pengembang ICT Center dan ICT Dinas pendidikan kabupaten Kota dan sekolah Client untuk memastikan interkoneksi dan pemanfaatan Jardiknas;
3. Berkoordinasi dengan Koordinator/Sub Koordinator pendamping perencanaan dinas Pendidikan propinsi, terkait dengan kebijakan perencanaan dan informasi lain dari pusat, dalam memanfaatkan dan menerpkan Jardiknas serta menjaga koneksitas Jardiknas;
4. Bila diperlukan dapat memberikan masukan langsung terhadap program pengembangan ICT yang dilaksanakan di dinas pendidikan kabupaten/kota, ICT Center, Client sekolah dan UPTD atau unit-unit teknis/UPT di daerah lingkup Depdiknas.
5. Mendampingi dinas pendidikan Kabupaten / Kota bersama Ka unit perencanaan dinas kabupaten/kota dan ICT Center untuk melakukan sosialisasi program Jardiknas dan komponen pelengkapnya kepada Sekolah – seolah di Kecamatan dan UPTD
6. Mendampingi Kadata Dik dinas pendidikan Kabupaten/Kota kaitan dengan pendataan Data Pokok Pendidikan (DAPODIK) meliputi Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN), Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) dan Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK); dan pengembangan Pustakamaya di ICT Dinas pendidikan Kabupaten Kota.
7. Mendampingi program pendidikan dan pelatihan yang terkait dengan penerapan secara teknisi Jardiknas bagi Kepala-kepala Seolah, Pustakawan, Ka UPTD dll yang diselenggarakan di ICT Center;
8. Melakukan tugas lain dari Biro PKLN, Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota yang relevan.

KEWAJIBAN
Kewajiban Tim pendamping perencanaan kabupaten Kota meliputi :
1. Membuat laporan pelaksanaan tugas secara komprehensif setiap dua bulanan;Menyerahkan SPPD halaman II sebagai bukti perjalanan kunjungan pendampingan ke kecamatan-kecamatan diserta stempel dan tandatangan kepala UPTD atau Kepala Sekolah.

Selasa, 25 Maret 2008

KONSEP SEKOLAH ON LINE

SEKOLAH ONLINE
Pengertian Sekolah online adalah satu portal berbasis web yang dibuat oleh Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Timur bekerja sama dengan Telkom yang menampilkan informasi seputar sekolah mulai dari SD sampai dengan SMU tentang profil, aktifitas yang dilakukan dan manajemen sekolah.
Tujuan
1. Memberikan wadah bagi sekolah untuk menampilkan profil dan informasi aktifitas sekolah melalui media internet
2. Memberikan wadah komunikasi melalui internet antar sekolah untuk saling tukar menukar informasi yang berguna untuk mempercepat peningkatan kompetensi sekolah masing-masing.
3. Optimalisasi content jardiknas melalui media schoolnet yang sudah dideliver ke sekolah-sekolah di jawa timur
Ruang lingkup
Anggota yang tergabung di komunitas sekolah online adalah semua sekolah mulai dari tingkat SD sampai dengan SMU baik negeri maupun swasta yang ada di wilayah Jawa Timur.

Benefit (Manfaat)
1. Sekolah yang tergabung di dalam komunitas school net dapat menampilkan profil sekolahnya (media promosi) untuk menarik siswa masuk ke sekolahnya.
2. Sekolah dapat melihat informasi tentang kegiatan dan fasilitas sekolah lain sehingga dapat melakukan upaya meniru / pengembangan di sekolahnya supaya tidak tertinggal dari sekolah lainnya
3. Sekolah secara real time dapat berkomunikasi dengan sekolah lain untuk tukar/menukar informasi
Isi (content)
1. Informasi berita sekolah yang up to date
2. Kalender of event Sekolah / Dinas Pendidikan Propinsi Jatim
3. Forum Diskusi
4. Sponsorship dan informasi Beasiswa
5. Try out / Quiz online
6. Buku tamu
7. Informasi tiap sekolah meliputi :
a. Profil setiap sekolah yang bergabung dilengkapi dengan gambar
b. Fasilitas tiap sekolah dilengkapi dengan gambar
c. Kegiatan setiap sekolah dilengkapi dengan gambar
d. Sistem Pesan
e. Pustaka maya

Senin, 18 Februari 2008

PUSTAKAMAYA

LATAR BELAKANG
Dalam rangka pemantapan Jejaring Pendidikan Nasional Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Propinsi Jawa Timur bersinergi dengan Perpustakaan Propinsi bermaksud mengembangkan jejaring Pustaka Maya (digital library) untuk peningkatan mutu, relevansi dan daya saing, serta melakukan koordinasi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten / Kota yang selanjutnya juga akan mengembangkan sekolah atau ICT Center yang tersambung dengan Jardiknas maupun sumber perpustakaan maya dan institusi / Negara lain akan merupakan suatu jaringan pertukaran informasi.

Sasaran pengembangan pustakamaya di pustakamaya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Propinsi, Dinas Kabupaten/Kota, Perpustakaan Kabupaten/Kota, Perguruan Tinggi, sekolah, stakeholder pendidikan, masyarakat umum dan industri adalah tersedianya materi-materi pendidikan yang berasal dari guru, dosen, mahasiswa, siswa dan masyarakat yang menjadi koleksi pustaka maya pada:
1. Dinas pendidikan Propinsi
2. Perpustakaan Propinsi
3. Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota
4. Perpustakaan Kabupaten/Kota
5. Perguruan Tinggi
6. Sekolah
7. Stakeholder pendidikan
8. Masyarakat
9. Industri
10. Guru/Dosen/Mahasiswa/Siswa

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Propinsi, Perpustakaan Propinsi, Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, Perpustakaan Kabupaten/Kota serta Tim TIK Kab./Kota mempunyai tugas dan tangung jawab masing-masing yaitu :

1. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Propinsi dan Perpustakaaan Propinsi adalah :
a. Menyiapkan mekanisme control pada proses penciptaan materi-materi pendidikan yang dibuat oleh para Guru, Dosen, Siswa, Mahasiswa dan masyarakat umum serta industri
b. Membina Pustaka Maya Dinas Kabupaten/Kota, Perguruan Tinggi, Sekolah, Stakeholder pendidikan, masyarakat umum dan industri
c. Mengawasi proses pengembangan pustaka maya khususnya penciptaan materi-materi pendidikan yang akan dipublikasikan dan disebarluaskan
d. Berkoordinasi dengan tim pusat

2. Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dan Perpustakaan Kabupaten/Kota adalah :
a. Melakukan koordinasi dengan para guru dan stakeholder pendidikan dalam rangka penciptaan materi-materi pendidikan yang akan dipublikasikan secara digital melalui pustakamaya
b. Membuat rencana, melaksanakan kegiatan dan monitoring penciptaan materi-materi pendidikan oleh para guru atau masyarakat yang peduli terhadap pendidikan
c. Membuat mekanisme kerjasama antara para guru dan tim verifikasi materi-materi pendidikan yang terhimpun di Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP)
d. Menyediakan sumber daya manusia pengelola materi-materi pendidikan yang telah menjadi koleksi-koleksi siap sebar melalui penyediaan tenaga khusus atau supervise pada tenaga kerja yang ada terkait dengan mekanisme maupun standarisasi pengelolaan koleksi-koleksi digital
e. Berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Propinsi
f. Melakukan pengawasan terhadap koleksi mata pelajaran sesuai dengan kurikulum yang berlaku

3. Tim TIK Kabupaten/Kota adalah :
a. Membantu Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota menyiapkan infrastuktur baik fisik maupun non fisik
b. Membantu Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota menyiapkan instalasi, operasional system jaringan computer dan aplikasi penunjang pustakamaya yang terkoneksi dengan JARDIKNAS
c. Berkoordinasi dengan Tim TIK Propinsi
d. Melakukan transfer ilmu kepada para pengelola pustakamaya di setiap Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota yang berkaitan dengan aktivitas operasional pustakamaya baik dari sisi instalasi sampai distribusi koleksi-koleksi yang dimiliki oleh masing-masing pustaka maya.

Dalam rangka pelaksanaan pengembangan Jaringan Pustaka maya di lingkup Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Propinsi Jawa Timur dan Perpustakaan Daerah Prop Jawa Timur kegiatan dikelompokkan dalam beberapa prosedur pelaksanaan. Adapun prosedur-prosedur yang dimaksud adalah sebagai berikut :
1. Prosedur Membangun Pustaka Maya Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dan Perpustakaan Kabupaten/Kota
a. Tim Pengembang TIK Kabupaten/Kota
1). Mempersiapkan sumber daya manusia di bidang TIK
Pustakamaya merupakan implementasi dari kemajuan TIK sehingga diperlukan oleh daerah-daerah untuk menyediakan SDM yang akan bekerja pada lingkup TIK tersebut. SDM TIK yang diperlukan :
a. Server admin, yaitu SDM yang bertanggungjawab dalam menginstal Operating System. Utilitas dan kebutuhan aplikasi lainnya yang berkaitan dengan kebutuhan dari aplikasi pustaka maya sendiri di server yang akan disediakan. Selain proses instalasi, juga melakukan perawatan dan control secara berkala pada sever sehingga server dapat bekerja reliable
b. Admin Jaringan, yaitu SDM yang bertanggungjawab mensetup server agar terhubung dengan jaringan luar dan melakukan perawatan dan control terhadap transaksi penggunaan jaringan yang berkitan dengan aktivitas akses dan layanan di Pustakamaya
c. Application Admi, yaitu SDM yangbertanggungjawab melakukan pengawasan pada aplikasi pustakanaya agar layanan-layanan yang ada selalu dapat dipergunakan baik oleh pengelola isi (content) maupun para pengguna pustakamaya.

2). Mempersiapkan Infrastruktur
a. Infrastruktur Fisik
Infrastruktur yang berkaitan dengan barang fidik, diantaranya server berikut accecoris lainnya, jaringan yang menghubungkan server dengan computer client baik pengelola content maupun pengguna
b. Infrastruktur Non Fisik
Selain dari barang fisik yang dibuthkan, aplikasi yang digunakan juga membutuhkan kebutuhan system diantaranya webserver, bahasa program, data base dan utilitas dan aplikasi lainnya

3). Setting dan Instalasi
Tahapan ini berkaitan dengan SDM bidang TIK yang telah disediakan sebelumnya dimana harus mengkonfigurasi dengan kebutuhan infrastruktur dari pustaka maya yang telah disediakan pada tahap sebelumnya juga. Aktivitas yang terjadi diantaranya menginstalasi operating system pada server, menginstalasi kebutuhan system dan aplikasi pustakamaya.

b. Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dan Perpustakaan Kabupaten/Kota
- Mempersiapkan SDM Pengelola Konten dan Koleksi.
SDM pengelola isi materi adalah SDM yang bertanggungjawab membuat/mengupload koleksi yang diterimanya sehingga dapat dilihat, diakses oleh pengguna. Proses uploading konten mengacu pada mekanisme dan standar yang digunakan oleh aplikasi yaitu standar metadata atau bibliography koleksi sehingga pengelola konten harus mengerti setiap elemen metadata yang digunakan.

2. Prosedur Penciptaan Materi-materi Pendidikan yang akan dijadikan koleksi Pustaka maya.
Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dan Perpustakaan Kabupaten/kota :
1). Koordinasi dengan Guru/pembuat konten.
Koordinasi dengan guru/pembuat konten dilakukan karena bahan-bahan ajar yang ada berawal dari guru/pembuat konten. Koordinasi dimaksudkan untuk mensosialisasikan aturan main yang berkaitan dengan mekanisme dan pendanaan.
2). Guru/pembuat konten untuk membuat bahan konten.
Pembuatan bahan awal berupa bahan ajar, modul dan bahan materi lainnya diserahkan ke tim verifikasi.
3). Tim Verifikasi memeriksa Bahan Koleksi.
Tim Verifikasi dalam hal ini MGMP melakukan proses sorting terhadap bahan yang akan menjadi koleksi pustakamaya.

Kegiatan ini diharapkan dapat menghasilkan hal-hal sebagai berikut :
1. Adanya situs/website pustakamaya yang dapat diakses baik secara lokal maupun global oleh Guru, Dosen, Siswa, Mahasiswa dan masyarakat umum serta industri pada tingkat Dinas Pendidikan Propinsi, Perpustakaan Propinsi, Dinas Kabupaten/Kota, Perpustakaan Kabupaten/Kota, Perguruan Tinggi, Sekolah, stakeholder pendidikan, masyarakat umum dan industri.
2. Tersedianya materi-materi pendidikan yang dikelola dengan konsep pustakamaya dengan media website.
3. Terciptanya pusat pustakamaya yang dapat menghimpun koleksi-koleksi dari pustakamaya pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Propinsi, Perpustakaan Propinsi, Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, Perpustakaan Kabupaten/Kota, Perguruan Tinggi, Sekolah, stakeholder pendidikan, masyarakat umum dan industri.
4. Tersebarnya seluruh koleksi-koleksi yang telah terhimpun dari pustakamaya pada tingkat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Propinsi, Perpustakaan Propinsi, Dinas Kabupaten/Kota, Perpustakaan Kabupaten/Kota, Perguruan Tinggi, Sekolah, stakeholder pendidikan, masyarakat umum dan industri untuk disebarkan ke pustakamaya lainnya dalam rangka pemerataan koleksi-koleksi materi pendidikan.